Jadi Bahan Hoax, Rina Nose buat Video Tanggapan untuk Luruskan Rumor

38 views

Beberapa Minggu terakhir, dunia hiburan dihebohkan dengan kontroversi yang menyelimuti komedian Rina Nose. Wanita asal Bandung ini menuai pro dan kontra setelah memutuskan untuk tidak lagi memakai jilbab.

Bagaikan efek bola salju, keputusan yang bersifat pribadi ini kemudian berimbas besar. Rina menjadi bahan cemooh netizen, seorang ustad, sampai dari toko pakaian Muslim. Ia juga menjadi obyek berbagai hoax alias berita bohong.

Selasa lalu, Rina mengunggah sebuah video berjudul "Kalimat yang Hilang" di akun YouTube-nya. Presenter kondang ini mengaku sebenarnya tidak ingin membuat video penjelasan apa pun, namun beberapa berita bohong mulai meresahkan.

Yang jadi pokok topik bahasan Rina Nose adalah tentang tulisannya mengenai negara Jepang. Tulisan itu menurutnya telah dipotong-potong sedemikian rupa agar maknanya berbeda dan digunakan untuk menjustifikasi berbagai anggapan buruk mengenai dirinya.

Rina menunjukkan bukti postingan asli sebelum direkayasa dan menjelaskan konteks tulisan tersebut. Ternyata tulisan itu hanya promosi untuk program acara traveling yang dipandunya dan saat itu tengah mendokumentasikan tentang para warga negara asli Jepang yang menjadi mualaf.

Tulisan tersebut sendiri sudah diunggah dua bulan yang lalu, saat Rina masih berjilbab dan belum menjadi pusat kontroversi. Ia mengatakan tak mengerti dengan tujuan pihak-pihak yang sengaja memenggal-menggal tulisannya tersebut.

Selain postingan yang dipenggal sehingga menggiring opini terhadap Rina Nose, masih ada banyak berita hoax lain yang disebutnya di awal video. Misalnya gosip kalau ia sudah pindah agama, atau menjadi atheist.

Meski sudah meluruskan, namun komentar di video tersebut tetap didominasi pernyataan tak simpatik dan menyalahkan Rina. Sebagian lagi lebih halus dengan mendoakan agar sang presenter kembali mengenakan jilbab.

Walau begitu tersirat bahwa sang presenter sudah paham dengan konsekuensi ini. Ia mengutip ucapan motivator Mario Teguh "Penjelasan terhadap sahabatmu tidak diperlukan, sebab mereka pasti sehati denganmu. Dan penjelasan kepada pembenci itu sia-sia, sebab mereka serius membencimu."

Agama dan keyakinan merupakan ranah pribadi, bahkan dilindungi oleh hukum. Sudah saatnya kita memberikan ruang bagi setiap orang untuk menjalankan kepercayaannya dalam damai selama tidak menodai atau merugikan agama lainnya. Lebih baik mengintrospeksi diri sendiri daripada terlalu fokus pada kekurangan orang lain.

Related Search

    Leave a reply "Jadi Bahan Hoax, Rina Nose buat Video Tanggapan untuk Luruskan Rumor"